
Aku membiarkan jari jemariku menuntunku untuk menulis. Tanpa tahu akhirnya apa yang akan aku tuliskan disini.
I do really wish, you will realize how many nights i've been cried over when i thinking about you.
How much i wrote in every chance i've got, to wrote about you. Can you see? Or will you see?
Sometimes i'm so damn tired without you. It's too monotone. I'd must admit that i need you so much closer. You are wanted and needed. HERE.
And if someday you asked, why i always wrote about you?
Karena ini perihal "takut".
Perihal "takut" apabila pada akhirnya aku akan melupakan "kamu". Sehingga kamu hanya akan menjadi secuil kenangan di sudut pikir. Yang pada akhirnya akan ku lupakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar