18.11.09

Metafora cuaca



Bagiku, cuaca adalah metafora. Berpikir tentang cuaca menjadi ungkapan yang aku gunakan saat ingin menyimpan hal lain yang gentar untuk di utarakan.

"Bagaimana cuacamu?"?
"Aku biru."
"Aku kelabu."
"Aku cerah, sama sekali tidak berawan. Kamu?"
"Bersih dan terang. Tidak ada awan."


Begitulah. Kadang aku biru. Bisa berubah jadi merah. Menyaru menjadi merah muda. Atau datar seperti hitam. Dan lebih sering abu - abu.

Biru karena aku tenggelam dalam lautan bualan - bualanmu, yang membuatku merasa itu semua bohong. Padahal sebenarnya aku senang dan tidak bisa tidur membayangkannya.

Merah karena aku terkadang khawatir padamu. Marahku hanyalah sekedar metafora untuk menyatakan yang tersirat. Aku sayang kamu.

Merah muda ketika kamu merelakan waktumu di pagi buta, hanya untuk mendengarkanku berkeluh kesah tentang jam tidurku yang berantakan dan hal - hal tidak penting lainnya.

Berubah menjadi hitam sewaktu kita berdua sedang berada di titik kebosanan dan merasa bahwa memang seharusnya ini diakhiri. Walaupun terdengar dan memang menyakitkan.

Lantas seketika cuaca itu berubah jadi abu - abu. Karena kisah itu telah berakhir. Kamu telah pergi, perlahan dan meninggalkan aku sendirian. Berada dalam pusaran langit abu - abu ini karena kamu tidak menyisakan warna satupun untukku kecuali

ABU - ABU.

----------------------------------------------------------------------

Aku tidak memilih cuaca itu. Cuaca itu yang memilihku. Memilihku untuk tahu seperti apa ketika aku berada didalamnya. Dan kemudian, memahami dan memaknainya.

"Suatu saat, bisa besok, lusa atau kapanpun cuaca itu menghendaki untuk berotasi kembali, aku akan memilih putih.

Putih karena aku siap untuk memulai lembaran baru lagi. Seperti kertas putih untuk di corat - coret. Untuk kamu - kamu lainnya."

16.11.09

Selagi kau lelap

Sekarang pukul 01.30 pagi ditempatmu.

Kulit wajahmu pasti sedang terlipat diantara kerutan sarung bantal. Rambutmu yang tebal menumpuk disisi kanan, karena engkau tidur terlungkup dengan muka menghadap ke sisi kiri. Tanganmu selalu tampak menggapai, apakah itu yang selalu kau cari dibawah bantal?

Aku selalu ingin mencuri waktumu. Menyita perhatianmu. Semata - mata supaya aku terpilin masuk ke dalam lipatan seprai tempat tubuhmu sekarang terbaring.


Sekarang pukul 02.30 pagi ditempatmu.
Tak terasa sudah satu jam aku disini. Menyumbangkan lagi 216.000 milisekon ke dalam rekening waktuku. Terimakasih. Aku semakin kaya saja. Andaikan bisa kutambahkan satuan rupiah, atau lebih baik lagi, dolar, dibelakangnya. Tapi engkau tidak ternilai. Engkau adalah pangkal, ujung, dan segalanya yang ditengah - tengah. Sensasi ilahi.

Aku tak pernah terlalu tahu keadaan tempat tidurmu. Bukan aku yang sering ada situ. Entah siapa. Mungkin cuma guling atau bantal - bantal ekstra. Terkadang benda - benda mati justru mendapatkan apa yang paling kita inginkan, dan tak sanggup kita bersaing dengannya. Aku iri pada baju tidurmu, handukmu, apalagi pada guling....sudah. Stop. Aku tak sanggup lagi melanjutkan. Membayangkannya saja sudah ngeri.


Kini izinkan aku tidur. Menyusulmu ke alam abstrak dimana segalanya bisa bertemu. Pastikan kau ada disana. Tunggu aku.

Kalau boleh memilih satu : aku ingin mimpi tidur disebelahmu. Ada tanganku dibawah bantal, tempat jemarimu menggapai - gapai. Tidurku meringkuk ke sebelah kanan sehingga kita berhadapan. Dan ketika matamu terbuka nanti, ada aku disana. Rambutku yang berdiri liar dan wajahmu yang tercetak kerut seprai.




Tulisan ini untukmu. Hanya untukmu.

Terimakasih karena kamu mengerti. Meskipun tanpa bertanya

Dan pada akhirnya, AKU MENGERTI




Sedari dari, hujan tidak berhenti mengguyur. Dia belum lelah menumpahkan segala beban yang menghimpitnya semenjak waktu sudah bisa melahirkan anak-anaknya. Jam, Menit dan Detik.

Aku disini, menikmatimu. Menikmati setiap tetes yang menyentuh dingin ujung jari kakiku. Menikmati setiap inchi aroma tanah basah yang terhirup oleh hidungku. Dan tidak bisa menghirup bau khas kopi yang kuseduh barusan.

Dan di situlah aku akan menguraikanmu. Tidak lain, melalui kata - kata. Duduk dan bacalah.

Kamu ingin berhenti memencet tombol tunda. Kamu ingin berhenti menyumbat denyut alami hidup dan membiarkannya bergulir tanpa beban. Dan kamu tahu, itulah yang tidak bisa dia berikan kini, Hingga akhirnya...

Sampai pada halaman kedua suratmu, kamu yakin dia akan paham. Atau setidaknya setengah memahami, betapa sulitnya perpisahan yang dilakukan sendirian. Tidak ada kata, peluk, cium atau langkah kaki beranjak pergi, yang mampu menjadi penanda dramatis bahwa sebuah akhir telah diputuskan bersama.

Atau sebaliknya, tidak ada sergahan yang membuatmu berubah pikiran, tidak ada kata "jangan" yang mungkin, apabila diucapkan dan ditindakkan dengan tepat, akan membuatmu menghambur kembali dan tak mau pergi lagi.

Kamu pun tersadar, itulah perpisahan paling sepi yang pernah kamu alami.

Ketika surat itu tiba dititiknya yang terakhir, masih akan ada sejumput kamu yang bertengger tak mau pergi dari perbatasan usai dan tidak usai. Aku yang merasakan apa yang kau rasakan. Yang mendamba untuk mengalami. Aku, yang telah menuliskan surat - surat cinta padamu.

Surat - surat yang tak akan pernah sampai.

11.11.09

CALLIE



I'd just saw this movies. And it's so damn adorable. In every scene and every dialogue was melted me in.

I remember what Ellie said to Carl in last message. "Thanks for the adventure. Now go have one of your own"

That's what i'd wanna say to Sammy. Really.

10.11.09

This is about you



How are you my nowhere man? I'm kinda miss you. Err..actually i miss you so damn awfully.

I guess i've been surrounded by tears, damp eyes, and crappy moods lately. I will not blame on you and you don't have to apologize. Because i'd made a decision to let this happens to myself.

Huwh. This eyes never tired to shed some tears while it reminisce back our memories.
Especially when the night was come earlier. I feel alone. And for sure i will ended up with crying in the dark room.

I fell in too hard with you. But unfortunately, you have your own mind and decision, and i can't stand for it. So i prefer to let myself go without any noise, without letting you know i was gone.

It's hard. So fuckin hard for me. To being around without you besides me. Without someone i can't hold on to. I'm always asking, "What are you doing..?". And you will answers it, "I've got a lot to do while i'm thinking of you."

And you keep continuing types, "I'd really wants to be with you. Together and lean on to each other. I'm so damn wants you. Do you know, in the night like this i keep dreaming about you?"

Every words you said to me was beautiful. But you told again, WAIT FOR ME. I'm so sorry, i can't. I can't stand with how you think about the world. This world not only about you, baby. There's me and others.

Then suddenly, i was create our silence. We both comes out silently and slowly let go the tied heart.

But until now, you still had my heart. I keeping you in every words i wrote, just like this. I always wrote you a letter that might i never been send. Just like this, again.

The Birthday Girl




Tepat setahun yang lalu, aku berada dalam ruang yang sama, waktu yang sama, dan kamu yang sama. Hanya tahun terus berjalan, dan tidak pernah berhenti.

Kamu masih bernafas disana. Membisikkanku kalimat, "happy birthday my dearest". Dan aku tersenyum mendengarnya. Lengkap sudah perasaanku saat itu.

Aku bukannya menyesali. Dan aku bukannya mengumpat Tuhan. Hanya saja, setelah dirinya pergi perlahan dan kemudian menghilang, sebagian dariku terasa kosong. Tidak pernah berhenti hujan.

Aku masih berdiri disini, berusaha merelakan pergi kenanganmu. Tidak pernah berhenti untuk lelah merangkainya. Sendiri. Berusaha menyatukan apa yang tersisa. Supaya bisa aku kembalikan kepadamu. Utuh.

Jika semuanya sudah kembali bersatu, semoga kamu akan ada di sana untuk menerimanya kembali. Untuk menerima memori yang sempat hilang itu. Dan aku akan berada disana, untuk melihatmu bayanganmu pergi.


Thanks to : family, friends, and all of the peoples who made a wishes for me. Thank you so muchh. And for sammy, just take care. I hope you always alright.


Mucho Obrigados :)

6.11.09

5.11.09

The RAIN-BOW

Someone said, after stormy day, they must had rainbow in the end. And suddenly i realize, i'm not alone. I've been surrounded but all of the best peoples in this whole world.

Family. Friends. Every little things that made me laugh. And others, and so so.



With all these blessing, me no need any reasons to be sad again. YEAY :)

2.11.09

DIG IN



I can't find any sentences or even words to wrote in our story.

Can you finished the ending ? Our ending ?

1.11.09

Time will tell




Maybe the world seems to blur for me right now. But i know time will heal. And the best people will stayed. Forever.


Never give up on me. Promise.

this is me